(Part 2 ) Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia

Melanjutkan artikel yang sebelumnya, kami akan membahas sedikit artikel yang sebelumnya agar kalian tidak lupa dengan artikel sebelumnya mengenai apa. Kegiatan pasca penambangan berupa pengawasan dan pelestarian lingkungan, dilakukan secara berkelanjutan. Tentunya rangkaian proses industri pertambangan dilakukan secara benar dan tepat sesuai dengan ilmu pertambangan yang berlaku.

Menurut peraturan negara melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, Pertambangan memiliki beberapa kelompok yakni pertambangan mineral logam, pertambangan mineral radioaktif, pertambangan mineral bukan logam dan pertambangan batuan.

Pertambangan mineral dan batuan sendiri dikelompokkan menjadi lima komoditas tambang yaitu, mineral radioaktif, mineral logam, mineral bukan logam, batuan dan batubara. Sejatinya ada ratusan situs tangkasnet perusahaan tambang di Indonesia yang menyumbang kontribusi untuk pembangunan  bangsa. Baik itu perusahaan tambang yang ada di Indonesia. Berikut perusahaan tambang batubara, nikel, maupun emas di Indonesia yang sudah kami rangkum untuk kalian ketahui.

Adaro Indonesia

Adaro Indonesia merupakan salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1966 dan mendapat konsesi dari Pemerintah Indonesia di wilayah di Kalimantan Selatan. Adaro Indonesia memiliki tiga pertambangan, yaitu Tutupan, Paringin dan Wara di area konsesi itu sesuai informasi di website perusahaan tambang ini.

Sepanjang tahun 2019, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memproduksi batu bara mencapai 58,03 juta ton. Sementara itu pendapatan perseroan pada tahun 2019 sebesar US$ 3,46 miliar. Jumlah ini turun 4,42% dari pendapatan tahun 2018 yang tercatat US$ 3,62 miliar. Perusahaan tambang yang berkantor di Jakarta ini tercatat sebagai perusahaan terbuka. Sebesar 43% sahamnya dimiliki PT Adaro Strategic Investments, sementara sisanya dimiliki publik dan Garibaldi Thohir, saudara dari Erick Thohir.

Perusahaan Berau Coal

Nama perusahaan tambang di Kalimantan selanjutnya ada PT Berau Coal, yang juga termasuk salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1983 dan berpusat di wilayah Berau, Kalimantan Timur. Sebelumnya lebih dikenal dengan nama PT Risco dan berganti menjadi Berau Coal pada 2010.

Berau Coal bergerak di sektor pertambangan dan perdagangan batu bara. Selain itu, PT Berau Coal mendapat konsesi seluas 118.400 hektar di Kabupaten Berau, Samarinda, Kalimantan Timur. Kepemilikan perusahaan ini sebagian besar dikuasai Vallar Investment UK Limited, sementara sisanya dimiliki Sinarmas Group melalui Asia Resource Minerals Plc. Berau Coal mencatatkan produksi sebesar 26 juta metrik ton pada tahun 2016.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG merupakan salah satu raksasa batu bara di Indonesia dengan nilai kapitalisasi pasar dari mencapai Rp 11 triliunan pada Maret 2020. Sebesar 65 persen saham ITMG dipegang oleh Banpu Mineral Private Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura. Sementara sisanya diperuntukkan pada publik. ITMG dikenal tidak pelit soal urusan dividen karena sering membagikan dividen dalam jumlah besar per lembarnya.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA)


PT Bukit Asam Tbk dulunya bernama PN TABA lantas berubah nama setelah menjadi Perseroan Terbatas. Pada tahun 2002, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara ini melantai di bursa saham. PTBA punya beberapa anak usaha seperti PT Bukit Pembangkit Innovative, PT Bukit Asam Prima, PT Bukit Energi Investama, dan beberapa perusahaan lainnya.

Inalum menjadi pemilik saham mayoritas perusahaan ini yakni sebesar 65,93 persen lalu 30,37 persennya sisanya diperuntukkan bagi publik. Nilai kapitalisasi pasar PTBA juga cukup besar yaitu Rp 28 triliun pada Maret 2020. Perusahaan ini berhasil membukukan laba Rp 4 triliun, walau pada tahun 2019 batu bara lesu,

PT Aneka Tambang Tbk


Perusahaan tambang di Indonesia tentu sudah dikenal banyak masyarakat khususnya bagi mereka yang suka berinvestasi emas. PT Aneka Tambang Tbk merupakan anak perusahaan BUMN pertambangan Inalum dan berdiri pada tanggal 5 Juli 1968. Kegiatan perseroan ini mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral.

Pendapatan perseroan ini melalui melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral, pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan hasil pengolahan itu kepada konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Kegiatan ini telah berlangsung sejak perusahaan berdiri tahun 1968. Komoditas utama Antam berupa bijih nikel kadar rendah atau limonit, bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama PT Antam berupa pengolahan dan pemurnian logam mulia serta jasa geologi.

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)

PT Amman Mineral Nusa Tenggara merupakan perusahaan yang mengoperasikan tambang Batu Hijau. Perseroan ini juga punya beberapa prospek lain yang sangat menjanjikan di area konsesi tembaga dan emas yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara. Tambang Batu Hijau merupakan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia dan juga aset berkelas dunia.

PT Amman Mineral Nusa Tenggara telah memproduksi sekitar 3,6 juta ton tembaga serta 8 juta ounces emas, dengan massa tambang dan diikuti pengolahan stockpile jangka panjang. Fasilitas yang dimiliki juga lengkap termasuk armada peralatan tambang yang besar, pembangkit listrik tenaga batubara 112 MW, pelabuhan dengan terminal kapal feri, layanan udara, pabrik pengolahan dengan kapasitas 120.000 ton per hari, dan townsite yang tertata dengan baik.

PT. Arutmin Indonesia

Daftar perusahaan tambang di Indonesia lainnya yang berjaya pada 2019 ada PT. Arutmin Indonesia. Perusahaan ini beroperasi di bidang produksi batubara untuk pembangkit listrik dan pabrik-pabrik industri. Produk yang ditawarkan berupa batubara sub bituminous, batubara bituminous, dan produk batubara. Arutmin Indonesia mengelola pertambangan Senakin, Satui, Mulia, Asam, Asam dan Batulicin, semuanya berada di situs pertambangan terletak di Kalimantan Selatan.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 1981 ini berpusat di Jakarta, Indonesia serta beroperasi sebagai anak usaha dari PT. Bumi Resources Tbk. Arutmin Indonesia termasuk salah satu perusahaan penghasil dan pengekspor batubara terbesar di Indonesia. Perseroan ini menandatangani kontrak penambangan batubara dengan Pemerintah Indonesia pada tahun 1981 yang dikenal dengan nama Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

PT J Resources Asia Pasifik Tbk


Perusahaan tambang di Indonesia selanjutnya ada PT J Resources Asia Pasifik Tbk yang berbasis di Indonesia dan bergerak dalam industri pertambangan emas. Perusahaan ini menginvestasikan dan mengelola usaha pertambangan emas beserta usaha logam mulia lainnya di kawasan Australia.

Beberapa tambang aktif berproduksi, sementara yang lainnya bergerak dalam fase pengembangan dan eksplorasi. PT J Resources Asia Pasifik Tbk memiliki produksi pertambangan emas, yang terletak di Penjom, Malaysia dan Lanud di Sulawesi Utara, Indonesia.

Selain itu, proyek eksplorasi Perusahaan terletak di Bulagidun, Bolangitang, dan Tembaga di Sulawesi Utara, Indonesia. PT J Resources Asia Pasifik Tbk juga bergerak dalam bidang pengadaan layanan katering, serta perdagangan umum, usaha transportasi dan perumahan. Anak perusahaannya bernama PT J Resources Nusantara yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa.