Masa Penuh godaan ! Hasil yang Gemilang yang Telah Mengantarkan Perusahaan Pertambangan !

Meskipun sudah tidak ada lagi perusahaan tambang yang berasal dari Indonesia yang menembus batas sebuah kapitalisasi pasar yang memiliki nilai sekitar US$5,3 miliar dan mulai masuk ke dalam kategori 40 perusahaan tambang yang terbesar yang ada di dunia pada tahun 2017, industri pada pertambangan yang ada di Indonesia juga telah menunjukkan bahwa kinerja yang sangat baik seiring pada pemulihan harga komoditas dan peningkatan pada permintaan komoditas secara global.

“Dalam laporan yang ada ini, kita melihat bahwa adanya pendekatan yang sangat tepat, terukur, dan penuh kesabaran dari sebuah perusahaan-perusahaan pertambangan dalam menentukan sebuah strateginya masing-masing untuk memberikan nilai untuk jangka panjang. Hal ini sangat konsisten dengan peningkatan kinerja yang ada pada industri pertambangan yang ada di Indonesia, yang telah mengikuti pulihnya harga yang ada pada komoditas dan permintaan komoditas secara global yang akan semakin kuat.”

Sudah ada terdapat pemulihan yang sangat patut dicatat pada kapitalisasi pasar saham pertambangan yang sudah terdaftar di BEI selama pada tahun 2017 yang sudah mencapai sekitar Rp 310 triliun mulai per tanggal 31 Desember 2017, atau meningkat sebesar 17% jika dibandingkan dengan posisi per tanggal 31 Desember di tahun 2016. Kenaikan yang terjadi ini terutama berasal dari saham batubara yang sudah naik sebesar 27%. Tren ini mulai berlanjut hingga di tahun 2018 yang di mana kapitalisasi pasar dari perusahaan pertambangan batubara dan mineral mengalami sebuah kenaikan lagi masing-masing sekitar kurang lebih 9% dan 18% pada tanggal 30 April 2018.

“Usaha pada pertambangan telah mengandung banyaknya sebuah risiko. Walaupun pada risiko-risiko ini akan sangat berbeda-beda berdasarkan hasil lokasi tambang, yurisdiksi, pada perusahaan. Indonesia, seperti negara yang lainnya, masih memiliki pekerjaan rumah yang harus mereka selesaikan. Menurut pemetaan yang beresiko pada kami, kepastian regulasi ini akan menjadi salah satu hal yang paling utama yang perlu mereka tingkatkan dalam lingkungan investasi pertambangan yang ada di Indonesia,” Winzenried menambahkan.

Sekitar ada empat puluh perusahaan tambang yang terbesar yang ada di dunia akan menunjukkan hasil kinerja pada keuangan yang sangat mengesankan di tahun 2017 lalu, yang dimana pendapatan mulai meningkat hingga 23 persen yang kini menjadi USD $600 M, menurut laporan Mine 2018 PwC yang telah terbit pada tanggal 5 Juni 2018 silam.

Analisis laporan tersebut telah memastikan bahwa adanya peningkatan dalam siklus pertambangan, yang telah didorong oleh pertumbuhan ekonomi global yang kini semakin meningkat dan pada pemulihan harga komoditas. Dibantu dengan strategi-strategi penghematan pada biaya yang sangat tajam dan selama beberapa tahun terakhir ini, margin dan juga pada kemampuan perusahaan-perusahaan tambang untuk menghasilkan pendapatan kini telah meningkat secara signifikan, yang berujung pada lonjakan laba bersih kurang lebih sebesar 126 persen.

Proyeksi pada tahun 2018 kami mengindikasikan bahwa adanya peningkatan kinerja keuangan dari 40 perusahaan tambang yang sudah terkemuka akan terus berlanjut seiring manfaat yang terus mereka nikmati ini dari momentum yang sudah naik dalam siklus pertambangan ini.

Neraca Keuangan yang Sehat

Perusahaan pertambangan akan terus berfokus pada penguatan neraca keuangannya di tahun 2017, yang dimana sekitar $25 M telah dialokasikan untuk pelunasan utang yang dimiliki oleh perusahaan, dan pengeluaran pada modal pun telah mencapai rekor yang terendahnya di angka sekitar $48 M. Sebagai hasilnya, angka gearing ini turun dari 41 persen kini menjadi 31 persen, atau kembali sejajar dengan rata-rata yang terjadi pada 15 tahun lalu dari neraca keuangan dari 40 perusahaan tambang yang terbesar tersebut.

“Dengan telah diselesaikannya sebagian besar yang sangat dikhawatirkan terhadap likuiditas yang pada saat itu masih tersisa di tahun 2016, neraca keuangan kini menjadi lebih kuat, dan perusahaan-perusahaan kini sudah mempunyai keleluasaan untuk mulai bertindak. Walaupun kita berharap akan melihat peningkatan pada pertumbuhan peluang di tahun 2018, perusahaan-perusahaan tambang yang sangat cermat harus berupaya menghindari kesalahan-kesalahan yang telah terjadi di masa lalu dan akan mengikuti rencana strategi pada pertumbuhan agar dapat menghindari dari serbuan gila-gilaan terhadap sumber daya yang ada di puncak siklusnya,” hal ini yang dikatakan oleh  O’Callaghan.

Rekor peningkatan tertinggi dalam kontribusi pajak

Pengeluaran pada pajak mulai meningkat hingga 81 persen di tahun 2017, yang dimana pajak tunai yang dibayarkan kepada pemerintah sangat meningkat hingga 67 persen, walaupun tarif pada pajak badan masih relatif stabil yang ada di sebagian besar pasar-pasar utama.

Lonjakan pada pengeluaran pajak sebagian besar didorong oleh kenaikan pada laba dan juga pada dampak reformasi pajak AS, yang mengalami sebuah peningkatan yang jarang sekali terjadi sekitar sebesar 4 persen (atau dikatakan sebesar $2,8 M) dalam tarif pajak efektif akibat dari revaluasi pajak tangguhan. Diharapkan kedepannya pada reformasi pajak AS akan meringankan sebuah beban pajak pada perusahaan-perusahaan tambang yang menjalankan usaha nya di AS.

Untung yang sangat besar bagi para pemegang saham akan berlanjut, namun sampai kapan?

Imbal dari hasil para pemegang saham mulai meningkat hampir dua kali lipat dari tahun yang sebelumnya (year-on-year), dari yang sekitar $16 M di tahun 2016 ini menjadi $36 M. Dengan tingkat kinerja yang ada pada saat ini, dividen dapat mencapai rekor yang tertinggi di tahun 2018.

“Para pemegang saham yang bertahan untuk melewati siklus-siklus boom yang ada di tahun 2008 dan juga di tahun 2012 akan mulai bersemangat untuk menuai imbalan atas kesabaran yang mereka miliki, karena pada saat ini optimisme dan laba telah kembali pulih. Namun ada godaan di depan mata untuk memperoleh imbal hasil yang lebih besar lagi bagi para pemegang saham yang ada atau pemangku kepentingan yang lainnya juga harus diimbangi dengan kebutuhan yang mereka miliki untuk terus berinvestasi demi nilai jangka panjang yang akan berkelanjutan,” ini yang dikatakan O’Callaghan.

Para pendatang baru mencoba peruntungannya

Di tahun 2017 yang lalu, ada banyak pendatang baru yang mulai aktif dalam sektor pertambangan. Para investor swasta (Private Equity) misalnya itu, akan sangat tertarik pada peluang investasi pertambangan dan akan menjadi peserta aktif dalam hampir setiap transaksi batubara yang berkualitas yang akan ditawarkan pada pasar Australia selama tahun berjalan.

Bahkan sudah ada juga beberapa contoh dari perusahaan non-tambang yang mulai bermitra dan melakukan merger dengan perusahaan-perusahaan tambang untuk mengamankan sebuah akses terhadap komoditas. Sebagai contoh yang ada itu seperti, Agrium, sebuah perusahaan grosir dan retail pada pupuk dan juga bahan kimia yang berasal dari Kanada, yang melakukan merger dengan produsen potas yang terbesar di dunia, PotashCorp, sedangkan Tesla akan terus berinvestasi dalam pasokan litium, hal ini termasuk transaksi mereka yang baru-baru ini dengan Kidman Resources di Australia.

“Dari kami akan memperkirakan bahwa apakah ada minat dari para pemain non-konvensional dan akan terus meningkat di tahun 2018 dan bahkan setelahnya pun akan terus meningkat, secara khusus karena memiliki kondisi untuk menjalankan sebuah usaha terus membaik. Walaupun juga ada beberapa perusahaan tambang incumbent yang akan memandang para pendatang baru ini sebagai suatu ancaman yang baru, perusahaan-perusahaan yang lain akan berupaya memanfaatkan ide-ide, atau modal, dan cara-cara yang baru, mereka akan memberikan nilai secara jangka panjang,” hal ini yang diungkapkan O’Callaghan.

Adakah Tambang Besar Indonesia selain di Kawasan Papua ?

Indonesia dikenal dengan kebudayaan yang beragam – suku dan ras yang melimpah – kerajinan batik yang sudah membudaya hingga luar negeri dan berbagai macam lagi yang lainnya. Sebab itulah, Indonesia sudah sangat terkenal sebagai negara dengan keramahtamahan akan keanekaragaman budaya itu sendiri. Selain itu, Sumber Daya Alam yang melimpah di Indonesia memang bisa diketahui adalah tambang Emas. Nah sebagai informasi dasar saja, jika Indonesia sendiri sudah masuk ke dalam jajaran negara penghasil tambang emas terbesar yang ada di dunia, dan salah satunya ada di kawasan Papua. 

Tentu saja hal ini mampu diperkuat oleh adanya tambang emas yang banyak dan sudah tersebar ke pelosok negeri. Emas yang ada di Indonesia sendiri sudah dikenal oleh dunia luar sebagai tambang yang memang memiliki kualitas sangat baik dan memiliki bentuk dari pengelolaan yang sangat baik. Lalu selain kawasan atau daerah papua, adakah daerah lainnya yang memang menjadi tempat dari berdirinya tambang emas terbaik di Indonesia ? atau salah satunya menjadi tempat kalian tinggal saat ini ? untuk itu, yuk kalian cek daftar s128
siapa tahu itu menjadi ladang usaha kalian kedepannya dan bisa membawa kalian jadi pebisnis yang jauh lebih baik. 

Kawasan Papua di Grasberg – Indonesia Timur 

Beautiful Place memang ada di Papua. Tak hanya menjadi surganya mata, nyatanya Papua sendiri sudah masuk ke dalam surganya bagi dunia pertambangan emas terbesar yang ada di dunia hingga saat ini sudah bisa memiliki tambang bawah tanah itu sendiri. Namanya adalah Tambang Grasberg yang mana langsung saja dikelola oleh perusahaan asal Amerika Serikat yakni Freeport Mcmoran dan bisa berhasil untuk memproduksi 3 Juta Konsentrat untuk per tahunnya. Nah dari konsentrat ini sendiri dinilai dari pasir olahan dari batuan tanbang atau Ore yang sudah mengandung tembaga – emas dan juga perak. 

PT. Freeport Indonsia - Papua

Nah berdasarkan dari laporan perusahaan tersebut, dikatakan pada tahun 2014 silam setidaknya kalian bisa melihat adanya sisa 28,2 juta ons emas dengan adanya cadangan emas dari keseluruhan 54,8 juta ons emas itu sendiri. Selain itu, untuk Tony Wenas yakni Presiden Direktur Pt. Freeport yang ada di Indonesia sudah mengatakan bahwa data pada tahun 2018 sudah menemukan adanya jumlah produksi yang dihasilkan Freeport ini bisa mencapai 6.065 ton konsentrat per harinya. 

Dimana untuk setiap toon Konsentratnya sendiri senilai 26,5% yakni Tembaga dengan berat mencapai 39,34 gram saja bagi emas, dan terakhir untuk perak hanya 70,37 gramnya saja. Sehingga menurutnya hal ini berhasil bagi produksi emas yang mana mencapai 240 kg per harinya dari kawasan Papua itu sendiri. Untuk Freeport ini memiliki tambang tembaga dan juga emas bawah tanah terbesar yang ada di dunia dan akan terus dikembangkan nantinya. Beruntung deh bagi yang tinggal di kawasan ini. 

Kawasan Banyuwangi di Tujuh Bukit – Indonesia Barat

Namanya sendiri adalah Tujuh Bukit atau jauh lebih dikenal dengan Tumpang Pitu. jadi ini adalah daerah yang memang adanya di Banyuwangi, yakni masih di kepulauan Jawa. dimana daerahnya masuk ke dalam nominasi ke 2 terbesar yang ada di Indonesia dan termasuk terbesar yang ada di dunia. Tambangnya sendiri memiliki letak di Kabupaten Banyuwangi – Jawa Timur dan dikelola langsung oleh PT. BSI atau Bumi Suksesindo. Penambangannya sendiri sudah mulai dibuka di daerah tersebut dari tahun 2016 dan sudah diperkirakan kurang lebihnya ada sekitar 28 juta ons emas yang memang ada di dalamnya. Beruntung deh bagi yang tinggal di kawasan ini. 

Kawasan Halmahera Sulawesi Utara – Indonesia Timur 

Nama dari lokasi dilakukannya penambangan emas ini adalah Gosowong. Dimana disana sudah dikenal dengan pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang ada di bawah naungan dari Pt. Aneka Tambang ( ANTAM ). Dengan hasil tambang terakhir sudah tercatat kurang lebihnya sebesar 20 juta ons biji emas, dari sejak pertama kali dibuka pada 20 tahun yang lalu kurang lebihnya. PT. Antam ini sendiri juga sudah menjalin adanya kerjasama dengan pihak asing yakni dari Perusahaan Newcrest. Beruntung deh bagi yang tinggal di kawasan ini. 

Kawasan Kalimantan Tengah – Indonesia Barat

Nama daerah dari tempat ini adalah pujon. Memang bisa diketahui sejak jaman dulu Tanah Borneo atau Kalimantan sudah menjadi Primadona dunia berkat adanya kekayaan sumber daya alamnya yang sangat amat luar biasa. Dan salah satunya yang masih ada adalah tambang emasnya. Di Daerah ini juga sudah dilakukan proyek penambangan emas di wilayah Kapuas yakni Kalimantan Tengah. Dan diperkirakan juga bahwa tambang emas Pujon sendiri masih lho memiliki cadangan emas hanya untuk bertahan di beberapa puluh tahun kedepan nantinya. Beruntung deh bagi yang tinggal di kawasan ini. 

Kawasan Sumbawa Nusa Tenggara Barat – Indonesia Timur 

Namanya adalah Batu Hijau. Setidaknya pada kawasan ini kalian akan melihat 2,77 juta ons emas mentah yang mana sudah berhasil untuk bisa didapatkan dari lokasi penambangan tambang emas batu Hijau itu sendiri. Dimulai langsung di buka pada tahun 2000 yang lalu. Dengan menyimpan banyak sekali potensi besar yang memang bisa dihasilkan tersebut, akan membuat tambang emas batu hijau ini dilirik oleh beberapa negara tetangga lainnya. 

Sebelum bisa dikenal dengan nama Amman Mineral, banyak sudah yang mengetahui hadirnya perusahaan dari tambang emas ini sebagai PT. Newmont Nusa Tenggara. Produksi dari emas tambang batu hijau ini juga sudah mencapai hingga 100 kg Oz emas dan selebihnya 197 juta Pound untuk tembaga dalam hitungan per tahunnya. Hingga kini, Amman sendiri sedang melakukan adanya fase ke tujuh atau pada tahapan akhir untuk melakukan penambangan batu Hijau dan nantinya bisa menghasilkan produksi hingga mencapai di angka 4,47 miliar pon tembaga dan mencapai di angka 4,12 juta ons emas pada akhir tahun 2020 ini atau bisa jadi di awal tahun 2021 nanti. Lihat saja bagaimana kedepannya ya guys. Beruntung deh bagi yang tinggal di kawasan ini. 

Kawasan Sumatera Utara – Indonesia Barat 

Namanya adalah martabe, dimana tambang emas ini ada di Sumatera Utara yakini di bawah dari naungan PT. United  Tractors Tbk UNTR. untuk perusahaannya sendiri memang berhasil dalam melakukan akuisisi dan juga sudah resmi menjadi pemilik dari saham pada PT. Agincourt Resource dengan adanya jumlah saham mencapai kurang lebihnya 95%. Dan untuk tambang emas ini sendiri sudah berhasil dalam memproduksi tambang emas sekitar level 300.000 hingga level di 350.000 ons dalam per tahunnya. 

Tambang emas Freeport sendiri yang ada di Papua memang sudah menjadi salah satu tambang Terbesar yang ada di dunia. Selain ada emas, tambangnya juga memiliki kandungan biji lainnya yakni untuk Tambang Tembaga dan Perak. Untuk para Presiden Joko Widodo sendiri menegaskan bahwa PT. Freeport yang ada di Indonesia ini sudah dikuasai Pemerintah Indonesia sebesar 51,23 % saja dan sudah resmi untuk beralih ke PT. Inalum yakni Induk dari Holding pertambangan. Sudah pasti, dalam hal ini kalian sangat bangga dong sudah masuk ke dalam bagian dari negara Indonesia. Beruntung deh bagi yang tinggal di kawasan ini.

Dampak Bisnis Tambang Akibat Menyebarnya Virus Corona

Dunia pertambangan yakni berbagai macam bisnis yang ada, mengalami dampak nyata akibat datangnya wabah corona yang menyerang Indonesia hingga detik ini. Menurut WHO, jika adanya Virus Corona atau Covid-19 ini menjadi sebuah pandemi besar yang mana sudah menyebar ke seluruh dunia, termasuk sampai detik ini masih saja terus bergulir di negara Indonesia. Nah kasus dari Covid – 19 saja sudah ada sejak bulan April tanggal 9 tahun 2020 yang mana sudah menginfeksi lebih dari 1 juta penduduk yang berada di dunia. Terutama sekali di China, yang mana sudah ada sejak bulan Desember akhir di tahun 2019 silam dan mulai menyebar ke beberapa negara lainnya di tahun 2020 pada awal bulan Januari silam. 

Dari kehadiran virus ini, sudah pasti membawa banyak sekali dampak bagi dunia. Termasuk, untuk struktur pertumbuhan perekonomian dan bisnis-bisnis yang ada. Tanpa terkecuali, bisnis di sektor pertambangan juga sudah mengalami hal tersebut, dengan diisi oleh beberapa dampak nyata yang ada di dalamnya. Berikut ini akan kami beritahukan adanya beberapa dampak dari bisnis pertambangan yang pastinya akan memperlambat ekonomi di setiap pekerjanya. 

Berikut ini, adalah beberapa dampak utama yang bisa kalian ketahui dari sektor pertambangan. Dan sedikitnya akan kami beritahukan juga, bagaimana sebenarnya profesi dari dunia pertambangan itu sendiri pada resiko-resiko yang bisa dialami oleh para pekerjanya. 

3 Dampak Utama Hadirnya Corona yang Memperlambat Bisnis Tambang 

Produksi yang ada akan Berkurang – dan dari beberapa negara yang memang sudah melakukan lockdown seperti halnya negara China, lalu India sebagai salah satu negara dengan adanya dampak corona terburuk yang ada di luar China seperti Italy, mereka semua melakukan lockdown yang sudah disesuaikan oleh pemerintahnya masing-masing. Otomatis, dari sini usaha produksi tersebut harus berhenti akibat supply dari beberapa komoditas mengalami penurunan. 

 

Permintaan mengalami Penurunan – dari adanya sektor pertambangan terutama sekali pada sektor batu bara sudah menjadi salah satu sektor komoditas pertambangan yang mana mampu mengalami dampak terbesar dari adanya pandemik ini. Sudah bisa dipastikan permintaan terbesar yang biasanya memang berasal dari negara China – Korea dan negara India, sudah mengalami penurunan yang drastis dari hadirnya permintaan terutama sekali bagi Support kepada industri yang mereka jalani. Virus Corona sendiri akan berdampak terhadap pertumbuhan permintaan dikarenakan perlambatan ekonomi di negara Importir batu bara seperti China dan juga Korea akibat adanya penyebaran Virus Corona itu sendiri. Hal ini sudah pasti akan diakibatkan oleh adanya kebijakan Lockdown yang akan membuat industri di negara itu melambat dalam kurun beberapa waktu. 

Prospek Kedepannya seperti apa ? jadi dari hadirnya beberapa perusahaan yang mulai sekali Khawatir akan adanya keadaan pasar yang memang kurang stabil setelah adanya musim penghujan yang hampir saja selesai. Artinya dalam hal ini sudah masuk ke dalam musim panas yang mana peningkatan dari produksi namun dengan adanya pandemic ini, maka akan berakibat pada sektor pertambangan dikarenakan tidak adanya kepastian kapan pandemi ini bisa berakhir nantinya. Hal inilah yang akan memberikan kewaspadaan pada setiap perusahaan di masa yang akan datang untuk sektor-sektor berikutnya. 

Semua ini memang tak hanya terlihat dari bisnis pertambangan saja, beberapa bisnis lainnya juga terlihat atas dampak menyebarnya virus corona itu sendiri. Terkecuali, di bisnis kuliner yang sepertinya masih berjalan sesuai dari kebutuhannya manusia. Hanya saja, ada sedikit penurunan apstinya akibat pandemi tersebut. 

Resiko atas Keselamatan Kerja pada Pekerja Tambang 

Selama ini kalian mungkin melihat dunia pertambangan bisa membawa Profit yang baik bagi perekonomian, namun kalian harus melihat ada sisi pahit dari para pekerja tambang itu sendiri. Diman mereka selaku pekerja alias penggali tambang akan memiliki ruang kerja terbatas, dimana mereka akan bekerja di bawah tanah dengan meniscayakan adanya lingkungan yang sangat jauh berbeda dibandingkan kerja normal pada umumnya di atas permukaan. Dari sini kalian harus menghitung adanya besar pada bukaan terowongan secara cermat agar nantinya bisa jauh lebih efisien dari sudut biaya yang ada dan akan melihat keamanan ini dari pertimbangan teknis. 

Dan bisa ditarik kesimpulan jika para pekerja dituntut untuk bekerja dalam lingkungan yang memang terbatas. Dan terbatasnya akan ruang sudah sangat jelas sekali akan mempertinggi resiko yang mampu mengancam keselamatan para pekerja itu sendiri. Dan ini masih termasuk ke dalam penyebab atas kecelakaan yang lumayan tinggi diakibatkan terbatasnya ruang itu sendiri. 

Minimnya Penggunaan Cahaya, Menimbulkan Resiko Kecelakaan 

Karena penggali tambang ini juga harus bekerja di dalam perut bumi, berarti mereka harus siap untuk bekerja tanpa terkena sinar cahaya matahari. Nampaknya mereka hampir tidak mengenal mana Siang hari dan mana Malam hari, because almost same. Cahaya yang didapatkan hanya pada bantuan lampu penerangan yang masih minim sekali. Bahkan beberapa dan mungkin saja hampir seluruh pekerja galian tambang ini hanya mengandalkan lampu kepala yang telah di pasang di helm para pekerja itu sendiri. Sebab itu, para pekerja tidak diperbolehkan sendirian, justru harus membawa kawan untuk antisipasi saja. 

Batuan yang Dilewati Mudah Rapuh 

Kami katakan jika batuan yang rapuh menjadi musuh besar bagi dunia pertambangan, termasuk bagi para penggali itu sendiri. Banyak juga penggali yang memperkuat batuan ini dengan menyangga, namun tetap saja mewaspadai diri akan kehadiran kecelakaan yang tak terduga akibat batuan yang rapuh tersebut. Bauan kecil saja mungkin masih standar, namun jika batuannya 4x lipat dari tubuh manusia ? apa yang akan terjadi coba ? untuk itu, meminimalisirkan resiko ini dengan memakai penyangga batuan serta mematuhi berbagai macam prosedur kerja juga perlu sekali diperhatikan bagi setiap pekerjanya. 

Terkadang Muncul Gas Berbahaya dan Beracun 

Dalam dunia pertambangan, Metan menjadi contoh paling populer dengan kadar gas yang sangat berbahaya bagi manusia. Memang Metan ini menjadi senyawa yang sangat ringan sekali untuk dibawa oleh Udara sebab : Tidak memiliki warna, tidak memiliki bau dan juga tidak berbahaya. Berbahayanya bukan pada saat di hirup, memang saat terhirup tidak membawa bahaya. Namun, di tambang batu bara bawah tanah, udara yang mengandung 5-15% Metan dan sekurang-kurangnya adalah 12.1% oksigen ini kemungkinan sekali akan meledak jika nantinya bisa terkena percikan api. Dan itu bisa berakibat fatal pastinya ! 

Selain itu, para pekerja juga sangat rawan sekali mendapatkan gas yang beracun akibat dari sirkulasi terowongan yang memang terbatas. Beberapa gas beracun diantaranya yang bisa kalian temui dalam dunia pertambangan : 

-) CO : Carbon Monoksida 

-) H2S : Hidrogen Sulfida

-) NOx : Mono-Nitrogen Oksida yakni gabungan Nitrogen + Oksigen 

-) SO2 : Sulfur Dioksida 

Banyak sekali nantinya kondisi yang akan membuat kadar-kadar tersebut menjadi sangat sulit menjadi nol. Sebab itu, ada yang namanya ketetapan pada ambang batas. Dan dari sini memang tidak ada satupun gas yang boleh sekali untuk melebihi dari ambang batas tersebut. Dan jika nantinya ada yang kadarnya jauh lebih tinggi, maka gas-gas ini mampu menyebabkan kematian bagi si penggali tambang itu sendiri. 

Selain itu, risiko lainnya seperti tempat yang dilalui akan sangat berdebu dan membuat kesehatan dari para penggali ini selalu dipertanyakan. Sebab itulah, sehabis mereka menggali sebisa mungkin untuk mendapatkan oksigen bersih kembali. Terima Kasih..

Konglomerat Batu Bara di Indonesia

Dari banyak pro dan juga kontra yang ada, bisnis batu bara merupakan sebuah bisnis yang tetap menjadi komoditas yang paling banyak digeluti oleh para konglomerat di tanah air. Bahkan harta kekayaan dari para konglomerat yang ada di Indonesia ini sebagian berasal semuanya dari bisnis batu bara. Siapa sajakah para konglomerat batu bara yang ada Indonesia?

Konglomerat Batu Bara di Indonesia

Batu bara atau disebut juga dengan istilah emas hitam memang merupakan menjadi komoditas yang cukup populer, khususnya di kalangan para pebisnis. Selain batu bara mampu membuat kaya raya banyak orang, berbisnis batu bara juga dapat membuka lahan pekerjaan bagi banyak oran. Kehadiran dari bisnis batu bara ini tentunya cukup kontroversial. Namun seiring banyak disebut-sebut sebagai sebuah bisnis yang merusak lingkungan. Nah, berikut inilah nama beberapa konglomerat batu bara yang berasal dari Indonesia.

Low Tuck Kwong, Rp 34 triliun

Menjadi orang kaya dan juga sukses menjadi agen sbobet sebuah hal yang tentunya tidak bisa didapatkan secara instan. Semuanya harus dilakukan butuh proses serta pengorbanan. Hal itu juga yang dirasakan oleh seseorang Low Tuck Kwong yang sejak remaja didinya sudah terjun di dunia bisnis mengikuti jejak orang tuanya. Sejak 1972 ia pindah dari Singapura ke Indonesia dan kemudian resmi menjadi warga negara Indonesia yaitu pada 1992.

Berawal dirinya sebagai seorang kontraktor bangunan, Low Tuck akhirnya mengakuisisi sebuah perusahaan tambang batu bara dari PT Gunung Bayan Pratamacoal dan juga PT Dermaga Perkasapratama pada tahun 1997. Setelah itu, ia kemudian mengoperasikan terminal batu bara yang berada di Balikpapan, Kalimantan.

Lambat laun ia pun membentuk sebuah perusahaan PT Bayan Resources yang menjadi perusahaan induk dari banyak perusahaan lainya, yaitu lebih dari 15 perusahaan tambang di Indonesia. Data Forbes juga mencatat jika pada saat ini Low Tuck Kwong memiliki total kekayaan yaitu mencapai sekitar 2,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 34 triliun. Low juga dinobatkan sebagai salah satu dari orang paling kaya di Indonesia dan menduduki peringkat ke-11 pada 2018.

Garibaldi “Boy” Thohir, Rp24,2 triliun

Pria yang akrab juga disapa Boy Thohir ini memiliki kekayaan yang mencapai 1,7 miliar dolar AS atau setara Rp 24 triliun. Boy Thohir yang tercatat juga sebagai orang terkaya di peringkat ke-16 menurut majalah Forbes. Dirinya merupakan salah satu pemilik saham terbesar Adaro Energy, perusahaan induk yang banyak memiliki entitas atau juga anak usaha.

Adapun beberapa perusahaan pertambangan yang juga di bawah Adaro Group antara lain PT Semesta Centramas (SCM), dan iuga PT Paramitha Cipta Sarana (PCS). Ada juga PT Mustika Indah Permai (MIP) serta PT Bukit Enim Energi (BEE) dan masih banyak lagi. Selain perusahaan tambang, Boy juga ternyata masih punya banyak perusahaan lainnya, salah satunya adalah sebuah startup yang sedang dibangunnya melalui aplikasi Umma.

Boy Thohir yang merupakan kakak kandung dari Erick Thohir yang pada saat ini menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara ke-9. Dari Kabinet Indonesia Maju yang telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019. Keduanya memang merupakan sama-sama pengusaha, meski mereka berdua bergerak di sektor yang berbeda. Jika Boy Thohir yang lebih bergerak ke pertambangan, maka Erick bergerak di dalam bisnis media, hiburan dan olahraga.

Theodore Rachmat, Rp24,2 triliun

Perusahaan tambang batu bara yang dimiliki oleh pengusaha kaya Theodore Rachmat adalah Padang Kurnia Group yang didirikan pada tahun 2002. Perusahaan ini yang mulai mengeksplorasi tambah pertamanya yaitu di Kalimantan Selatan. Kapasitas batu bara yang yang diperolehnya pada saat itu berhasil mencapai 15 juta ton per tahun. Berkat bisnis batu baranya tersebut, Theodore memiliki harta kekayaan yaitu mencapai 1,7 juta dolar AS atau yang setara dengan Rp 24,2 triliun. Kekayaannya menurut Forbes tercatat berada di peringkat ke-17 persis di bawah kekayaan Boy Thohir.

Selain dirinya memiliki perusahaan tambang, ia juga mempunyai banyak sektor bisnis lainnya di dalam Triputra Group. Beberapa diantaranya terdiri dari sektor agribisnis, manufaktur, perdagangan, jasa, institusi dana pensiun hingga dirinya memiliki yayasan. Theodore juga memiliki sejumlah saham minoritas di dalam perusahan PT Adaro Energy Tbk dan menjabat sebagai wakil presiden dan juga komisaris di perusahaan tersebut.

Kiki Barki, Rp21,3 triliun

PT Harum Energy Tbk juga pernah mengharumkan namanya menjadi salah satu orang yang paling tajir di Indonesia. Bisnis batu bara yang sudah dilakoninya tersebut menjadikan ia mempunyai kekayaan mencapai sekitar 1,5 juta dolar AS, dan menurut Globe Asia kekayaan tersebut ditaksir sekitar Rp 21,3 triliun. Sekarang, perusahaannya ia serahkan kepada anaknya yaitu Lawrence Barki untuk dikelola.

Perusahaan ini berlokasi di Kalimantan Timur, Indonesia. Pada Mei 2019 lalu, keluarga Barki melalui anak usahanya yaitu PT Karunia Bara Perkasa kembali menambah kepemilikan sahamnya tersebut hingga mencapai Rp21,79 miliar atau yang setara dengan 16,2 juta lembar saham. Itu artinya saham milik Karunia Bara atas Harum Energy bertambah dari yang tadinya 74,05 persen menjadi 74,65 persen.

Haji Isam

Haji Isam, nama aslinya yaitu Andi Syamsuddin Arsyad ini merupakan salah satu pengusaha batu bara yang berasal dari Kalimantan Selatan. Selain itu, ia juga diketahui memiliki bisnis di bidang transportasi darat, laut, dan juga udara. Tak lahir dari orang kaya, namun berkat kegigihan dan juga kerja kerasnya, orang yang dahulu berprofesi sebagai sopir truk pengangkut kayu ini mampu menjalani hobinya yang sangat mahal, yakni off road.

Bukan hanya memiliki sederet koleksi mobil mewah, Haji Isam juga memiliki rumah dengan luas 20 hektar. Mengutip dari MoneySmart, pendiri dari Jhonlin Group ini disinyalir pernah meraup omzet hingga Rp40 miliar per bulan lho.

Indika Energy – Sudwikatmono

Perusahan batu bara berikutnya yang juga dimiliki oleh salah satu konglomerat adalah PT Indika Energy Tbk (INDY). Perusahaan tambang tersebut dimiliki secara tidak langsung melalui Indika Inti Investindo oleh Agus Lasmono Sudwikatmono, yang merupakan putra bungsu dari konglomerat Sudwikatmono.

INDY merupakan entitas dari induk perusahaan PT Petrosea Tbk (PTRO). Meskipun begitu, kinerja dari INDY sepanjang tahun 2020 tidak lebih baik daripada Petrosea. Pasalnya adalah INDY menelan rugi sebesar yaitu sekitar US$21,92 juta atau setara Rp324 miliar pada semester ke I tahun 2020. Padahal, semester I 2019 lalu INDY yang masih untung sebesar US$12,67 juta.

Anjloknya laba tersebut tentunya tidak terlepas dari pendapatan perusahaan yang tertekan dampak pandemi Covid-19. Jika dibedah, sumber-sumber pendapatan INDY juga sempat kompak mengalami penurunan dalam enam bulan pertama tahun ini.

Kinerja keuangan INDY yang sekarang ini kian tertekan ketika beban penjualan, umum, dan juga administrasi membengkak dari awalnya US$71,65 juta pada tahun lalu kemudian menjadi US$76,69 juta pada tahun ini. Untungnya, beban pokok dari penjualan yang masih mampu diperbaiki dari awalnya US$1,45 miliar pada Juni 2019 menjadi US$954,65 juta pada Juni 2019. Begitu pun juga dengan beban keuangan mereka.

Nah itulah beberapa crazy rich di Indonesia yang kaya, berkat bisnis batu baranya. Siapapun juga bisa menjadi orang kaya asalkan mereka berani belajar dan memulai sebuah usaha dari nol dengan tekad yang kuat dan juga dengan pantang menyerah. Semoga artikel ini nantinya dapat menginspirasi anda semua. Terimakasih.

Fakta Menarik Soal Freeport

Tahukah Anda, dimanakah letaknya tambang emas terbesar yang ada di dunia berada? Jawabannya ternyata ada di Indonesia, tepatnya berada di kabupaten Timika, Papua. Tambang emas Grasberg pada saat ini sudah dikelola oleh PT Freeport Indonesia yang terafiliasi juga dengan Freeport-Mcmoran. Tak hanya kaya emas, tambang tersebut juga ternyata mengandung banyak perak dan tembaga.

Fakta Menarik Soal Freeport

Menjelang berakhirnya kontrak tambang tersebut yaitu pada 2021, persoalan Freeport kini menjadi sebuah hal yang tengah hangat diperbincangkan. Mulai dari soal renegosiasi hingga dengan kasus Papa Minta Saham yang menjerat Ketua DPR RI yaitu Setya Novanto. Jika kita berbicara mengenai Freeport, ternyata ada beberapa fakta menarik mengenai perusahaan ini.

Pemerintah sekarang sudah berhasil menguasai tambang emas yang selama ini dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) . Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun juga telah dinilai berhasil mengembalikan aset besar negara tersebut kepada pangkuan Ibu Pertiwi. Penambangan tanah Freeport menargetkan yaitu untuk tahun depan melakukan investasi sampai dengan 2041 dengan biaya yaitu sebesar USD 14 miliar.

1. Didirikan sejak 1967

PT Freeport Indonesia ini sudah mulai menambang di Kabupaten Mimika Papua yaitu sejak April 1967. Selama lebih dari 40 tahun terakhir ini, lebih dari Rp 140 triliun investasi sudah dibenamkan di pertambangan tersebut. Membangun infrastruktur berupa jalan, pelabuhan, bandara, kota mandiri, pembangkit listrik, hingga tambang bawah tanah dan pabrik pengolahan.

Produksi pertama yang dihasilkan dari tambang terbuka tersebut dilakukan 43 tahun silam. Eksplorasi cadangan tembaga dan juga emas mencapai puncaknya yaitu pada tahun 2001 di Tambang Grasberg, dengan kapasitas produksinya hingga mencapai 238 ribu ton per hari.

2. Luas areal dan jumlah pekerja

Freeport Mcmoran mempunyai sejumlah tambang lain selain di Indonesia. Khusus yang berada di Papua, tambang tersebut yang memang tersohor dengan nama tambang Grasberg.

Tambang modern dengan menggunakan sistem kontrol satu titik ini mampu mengawasi areal tambang dengan luas 10.000 hektar dengan wilayah pendukung yaitu 202 ribu hektare, termasuk juga dengan Pelabuhan Amamapare di hilir Timika. Pekerjanya yang sudah mencapai 12.000 orang.

3. Terbesar di Dunia

Tambang Grasberg adalah tambang emas yang ternyata terbesar di dunia dan juga merupakan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Tak heran, jika perusahaan ini terus bersikeras untuk memperpanjang renegosiasi kontrak mereka dengan pemerintah Indonesia.

Dikutip juga dari data PT Freeport Indonesia, cadangan dari tambangan yang sedang digarap oleh Freeport Indonesia di Papua sendiri sudah mencapai 2,27 miliar ton bijih, yang terdiri dari 1,02 persen tembaga, 0,83 gram per ton emas dan juga sekitar 4,32 gram per ton perak.

Sedangkan berdasarkan dengan data kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dari cadangan tersebut, yang diketahui produksinya mencapai 109, 5 juta ton bijih untuk jumlah per tahun, dengan umur tambang yang sudah 23,5 tahun. Freeport tidak hanya memproduksi emas, perak dan juga tembaga. Freeport juga memproduksi molybdenum dan juga rhenium, sebuah hasil samping dari pemrosesan bijih yang dihasilkan dari tembaga.

4. Tidak diolah di dalam negeri

Sudah puluhan tahun Freeport berhasil mengeruk emas dan banyak mineral lainnya dari perut bumi di tanah Papua. Namun ternyata, hasil tambang tersebut memang tidak diolah di dalam negeri, tapi langsung diekspor dalam bentuk konsentrat.

Hal ini membuat penerimaan negara tentunya tidak optimal. Untuk itu, pemerintah mempunyai kebijakan melarang ekspor mineral mentah. Melalui, Undang-undang No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba) yang mewajibkan perusahaan tambang tersebut untuk membangun smelter, pengolahan bahan mentah untuk tambang menjadi bahan jadi.

Freeport yang juga sudah berencana membangun smelter dengan kapasitas sebesar 2,5 juta ton per tahunnya atau senilai US$ 2,3 miliar. Dalam proyek smelter tersebut ditargetkan sudah selesai pada 2017. Freeport juga akan menggandeng perusahaan tambang emas lainnya seperti PT Newmont Nusa Tenggara.

5. RI cuma kuasai 9,36 persen saham

Meski tempatnya berada di Indonesia, namun sedihnya mayoritas kepemilikan tambang emas tersebut berada di tangan perusahaan tambang yang berasal dari Amerika Serikat tersebut. Saat ini Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.

Tercatat sudah memiliki 81,28 persen saham, pemerintah Indonesia yang hanya memiliki sekitar 9,36 persen saham dan PT Indocopper Investama mempunyai sebanyak 9,36 persen. Pemerintah kini meminta Freeport untuk mendivestasikan sahamnya tersebut sebesar 30 persen secara bertahap. Namun hingga saat ini, diskusi mengenai pelepasan saham itu masih sangat alot.

6. Kontrak karya Habis 2021

Kontrak Karya (KK) Freeport nantinya akan habis pada tahun 2021. Perusahaan ini masih bersikeras ingin segera memperpanjang kontrak dengan pemerintah Indonesia. Sementara menurut UU Minerba No 4 Tahun 2009 dan PP NO 77 Tahun 2014, perpanjangan operasi tersebut hanya boleh diajukan paling cepat 2 tahun sebelum nantinya Kontrak Karya (KK) berakhir.

Jika KK berakhir pada 2021, maka menurut aturan, pengajuan perpanjangannya baru bisa dilakukan yaitu pada tahun 2019. Jika perpanjangan kontrak Freeport dikabulkan maka perusahaan yang asal dari AS tersebut akan mengeruk emas dan mineral lainnya hingga tahun 2041.

7. Investasi Jangka Panjang

Cadangan emas yang sangat menggiurkan, membuat Freeport juga ingin terus menguasai tambang Grasberg. Bahkan, Freeport sudah siap mengalokasikan dananya yaitu sebesar US$ 17,3 miliar. Dana tersebut yang akan digunakan untuk mengembangkan penambangan bawah tanah US$ 15 miliar dan kemudian untuk membangun smelter US$ 2,3 miliar.

8. Alasan Penambangan Di Atas Tanah Ditutup

Direktur Utama dari Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, jika ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa penambangan yang dilakukan di atas tanah akhirnya ditutup. Salah satu alasan utamanya adalah karena cadangan emas yang ada di atas tanah yang sudah habis.Tony yang juga menambahkan, dengan tahun ini pihaknya akan mencari alternatif penambangan lainnya. Namun seluruh penambangan nantinya masih dapat dipastikan akan dilakukan di atas tanah.

9. Freeport Bekerjasama dengan BUMN

Freeport Indonesia juga akan membangun sebuah pabrik pengolahan dan pemurnian atau (smelter) dalam jangka waktu kurang lebih lima tahun. Pihaknya mengaku antusias terkait kepastian dari kelanjutan bisnis perusahaannya bersama dengan holding BUMN PT Inalum hingga tahun 2041, baik secara hukum maupun secara fiskal.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang PT Freeport. Kita kenal jika freeport menjadi perusahaan tambang emas terbesar di dunia, kita harus bangga karena ternyata negara Indonesia sangat kaya karena memiliki tambang emas yang cukup besar. Tapi faktanya, walaupun tambahng ini berada di Indonesia, tapi kepemilikan saham terbesarnya di Pegang oleh AS. Tentu kita tidak ingin melihat freeport terus dikeruk oleh keserakahan asing. Semoga freeport kelak akan dikuasai penuh oleh Indonesia. Terimakasih.

Tantangan Menarik yang Wajib Dilalui dalam Bisnis Pertambangan

Bisnis pertambangan sendiri menjadi salah satu bisnis yang sangat amat menarik perhatian bagi pengusaha dalam skala yang besar. Terlebih lagi di Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi dari barang tambang yang sangat melimpah. Ada sebenarnya berbagai jenis barang tambang yang telah langsung dieksplorasi dan juga langsung dikelola oleh perusahaan tambang saat ini. bukan menjadi rahasia umum lagi jika bisnis tambang ini memiliki 3P yang paling utama harus diketahui. Seperti halnya Pencarian lahan yang diutamakan, penyelidikan barang tambang apa yang terdapat disana, Penambangan bisa langsung dimulai jika link alternatif sbobet88 2 hal tersebut benar-benar terpenuhi. yang baik berupa mineral maupun batuan yang memang memiliki nilai ekonomis atau yang memang sangat dibutuhkan oleh manusia. 

Dalam dunia pertambangan terdapat 3 golongan yakni Golongan A, B dan golongan C. dari ke-3 golongan ini memiliki perbedaan seperti Golongan A ini masuk kedalam jenis barang tambang yang memang sudah memiliki nilai yang strategi untuk keamanan negara dan disebut langsung seperti Batu Bara, Minyak Bumi dan Uranium. Golongan B, menjadi jenis barang tambang yang mana memiliki nilai vital dan juga mampu dalam menguasai hajat hidup orang banyak seperti Emas, Tembaga, nikel dan masih banyak lainnya. Untuk Golongan C, jenis tambang ini masuk kedalam kategori barang galian industri yang bisa langsung saja disebut seperti Kuarsa, Andesite, dan juga Limestone dan berbagai jenis lainnya. 

Selain ini, dalam berbisnis pertambangan ada juga tantangan demi tantangan besar yang wajib kalian hindari. Tantangan ini akan selalu datang silih berganti dari faktor internal maupun eksternal dari luar perusahaan. Nah, kira-kira tantangan apa saja yang ada dan wajib kalian bisa menghindarinya. Seperti ; 

 

Harga Pasar dalam Bisnis Pertambangan 

Pendapatan dari perusahaan tambang ini adalah hadil langsung dari Tambangnya, dan ini benar-benar sangat bergantung pada pergerakan harga pasar. Namun sayangnya, untuk harga komoditas tambang sangat amat fluktuatif dan di setiap waktunya akan terus berubah-ubah. Pergerakan dari harga pasar ini biasanya langsung saja dipengaruhi oleh beberapa faktor. 

Nilai dari tukar mata uang dolar Amerika yang memang menjadi mata uang dasar dalam transaksi jual-beli komoditas tambang. Untuk nilainya juga tidak akan stabil;. Jadi, semakin kuat nilai mata uang dari negeri Paman Sam yakni Amerika Serikat, akan langsung membuat harga komoditas tambang yang jauh semakin rendah. 

Harga pasar dari acuan komoditas tambang ini bisa mempengaruhi adanya jumlah permintaan di pasar. Jadi, tingginya permintaan akan langsung membuat harga komoditas juga jadi melambung dan ini sudah menjadi prinsip dalam ilmu ekonomi. Kinerja dari bagian produksi perusahaan tambang memiliki efek penting terhadap jalannya dunia pertambangan itu sendiri. Disaat perusahaan memutuskan untuk menggenjot adanya produksi mereka ini, maka cadangan dari komoditas yang mereka miliki akan jauh semakin menumpuk. Hal inilah yang akan saling berkaitan dengan supply dan demand yang akan membuat langsung harga komoditas itu menjadi bergerak. 

 

Modal dari Bisnis Pertambangan 

Tidak bisa dipungkiri lagi, jika pendapatan dari sebuah bisnistambang ini cukup tinggi, termasuk juga pada perputaran uang yang ada di dalamnya melibatkan jumlah yang sangat amat besar. Namun, untuk membuka langsung sebuah bisnis tambang baru, dibutuhkan pula modal yang besar. Nah, masalahnya sendiri dari permodalan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha yang ingin langsung terjun dalam bisnis pertambangan. 

Dalam dunia pertambangan, tingk dari kesulitan di dalam mengumpulkan adanya hasil sumber daya alam itu tentu saja berpengaruh besar terhadap modal yang memang dibutuhkan. Semakin dalam letak dari mineral yang memang ingin ditambang, tentu saja akan semakin besar pula teknologi yang ada, tenaga dan peralatan yang memang dibutuhkan. Termasuk ini pada resiko yang kemungkinan bisa ditimbulkan. Sebab itulah, perusahaan sangat amat perlu dalam menyiapkan modal yang besar agar nantinya operasional ini bisa terjaga. 

 

Hadirnya Penambangan Ilegal dalam Bisnis Pertambangan 

Hasil dari dalam bumi apapun itu yang akan menyangkut pada hidup orang banyak, sesuai sekali dengan undang-undang bisa dikuasai oleh negara. Sebab itu, di setiap aktivitas penambangan tentunya harus langsung mengantongi izin resmi dari Pemerintah terlebih dahulu. Sayangnya, meski aturan ini dan juga sanksi yang diberlakukan sangat amat jelas dan juga berat. Nyatanya, masih banyak oknum-oknum yang mendirikan tambang ilegal.

Penambangan ilegal ini tentu saja tidak akan menghiraukan peraturan yang sudah ada. Termasuk lagi mengenai prosedur Operasional yang sudah sesuai dengan standar. Pada akhirnya, dampak negatif yang akan ditimbulkan cukup besar. Secara tidak langsung, penambangan ilegal ini akan langsung memberikan dampak negatif dan membuat stigma dunia pertambangan sangat amat buruk. Semua ini akan benar-benar mempengaruhi harga komoditas yang sudah dijalankan di dalam bisnis nya tersebut. 

 

Perihal Isu Lingkungan dan Sosial yang Beredar dalam Bisnis Pertambangan

Isu ini terjadi akibat stigma buruk dari perusahaan-perusahaan kotor di luar sana yang tidak pernah mau mengikuti peraturan yang sudah diterapkan sesuai dengan syarat dan ketentuan dari pembangunan bisnis tambang ini. Sehingga dalam hal ini bisa mengakibatkan lingkungan menjadi rusak. Nah, hal inilah yang akan membuat masyarakat awam menjadi anti terhadap aktivitas dari pertambangan. Padahal jika benar-benar mengikuti prosedur yang ada dan bertanggung jawab, nantinya pertimbangan bisa langsung memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat sekitar. 

Jika nantinya prosedur ini memang benar sudah dilaksanakan dengan sebaik mungkin, kesejahteraan dari masyarakat disekitar bisa akan meningkat. Dengan begitu, hal ini mampu menepis berbagai persoalan isu sosial yang kerap saja menimpa dunia pertambangan. 

 

Cobalah untuk Menjalankan Bisnis Pertambangan 

Bisnis pertambangan ini memang melibatkan banyak pihak, namun juga kebutuhan dari modal dan juga pengelolaan modal besar. Walau demikian, bisnis pertambangan ini bisa didapat dengan kalian menghasilkan keuntungan yang sama besarnya. Hanya saja kalian perlu benar-benar mengingat, dengan keuntungan yang besar ini ada juga resiko yang jauh lebih besar kalian terima. 

Satu hal yang mana penting abnget untuk menjalankan bisnis pertambangan ini adalah dengan melakukan perizinan di dalam melakukan usaha. Hal ini langsung saja berkaitan dengan pemerintah dan juga kebijakan yang dikeluarkan berkaitan langsung dengan pertambangan itu sendiri. Adapun sejumlah jenis izin yang harus dimiliki oleh satu perusahaan dalam menjalankan  usaha pertambangannya. Hal ini bisa dimulai dari diselesaikannya melalui sebuah prosedur yang memang sudah ditetapkan oleh pemerintah di negara kita ini. 

Untuk kalian yang memang sekiranya ingin membangun bisnis pertambangan, maka selalu berhati-hati dalam setiap langkahnya. Ingat, boomerang akan selalu hadir sewaktu-waktu tanpa kalian menyadarinya. Cepat atau lambat, semua akan kalian rasakan ketika sudah menjalankan bisnis pertambangan tersebut. Untuk kalian yang ingin mencoba bisnis ini, maka mulailah dengan keyakinan pasti dan jalani dengan tekun apa usaha yang saat ini sedang kalian lakukan. Semangat calon orang sukses !!

Tambang Emas Raksasa Indonesia!

Ada sebuah temuan tambang emas yang dimana merupakan sebuah temuan dari tambang baru  yang ada di wilayah di NTB, ini yang dimana merupakan tambang-tambang emas yang raksasa yang juga dimiliki oleh Indonesia. Umumnya kita semua sudah tau jika indonesia sendiri adalah salah satu negara kaya yang ada di dunia dimana di indonesia sendiri terdapat banyak sekali kekayaan alam dan juga kekayaan mineral yang sangat melimpah. Indonesia juga sebagai salah satu negara penghasil pemain joker123 dan komoditas tambah seperti gas, batubara, minyak dan juga lainnya. Kekayaan Indonesia yang ada pada komoditas mineral yang dimana sekarang ini menjadi suatu hal yang makin bertambah.

Tambang Emas Raksasa Indonesia

Tidak hanya Papua, kini untuk sumber yang dapat menghasilkan sebuah kekayaan alam sendiri yang dimana menjadi salah satu hal yang berupa tambang emas raksasa juga menjadi salah satu yang di ditemukan di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Yang sering kita ketahui dimana tambang emas sendiri adalah tambahan yang biasanya ada di wilayah timur di Indonesia, namun seiring dengan perkembangan waktu dimana juga sekarang ini mulai banyak ditemui tambang tamabang baru. Berikut ini adalah beberapa tambang emas raksasa yang ada dna terdapat di Indonesia yang sudah kami rangkum sebagai berikut. 

PT Sumbawa Timur Mining (STM)

Baru-baru ini yang diman kita sudah bahas sebelumnya di awal dimana sudah ditemukannya harta karun deposit yang dimana berupa bijih tembaga emas Onto yang dimana mana ada di wilayah Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat. Dimana penemuan tambaang mas ini adalah salah satu temuan yang dimana mendasarkan sebuah eksplorasi yang ada dan juga yang ternyata sudah dilakukan di wilayah tersebut yaitu sejak tahun 2010 yang diberi nama dengan KK Proyek. 

Deposit yang dimana juga menjadi salah satu yang juga menjadi salah satu sumber daya mineral Onto sendiri yang dimana merupakan tambang yang pertama kali ditemukan yaitu pada Agustus 2013 dan dimana sejak saat itu sendiri sebanyak 64 lubang yang digunakan sebagai salah satu cara dalam pemboran yang dimana hal ini sendiri setara dengan 61.000m yang dimana juga telah dilakukan untuk dapat menentukan ukuran, dan juga luas dan karakteristik dari  sumber daya mineral yang ada di dalam tempat tersebut.

Berdasarkan dengan sebuah perkiraan yang ada dan tercatat dari sumber daya mineral yang dimana hal ini dilakukan STM per Desember 2019, yang dimana total dari sumber daya mineral sendiri yang dimana menjadi salah satu hal yang tertunjuk adalah sebesar 0,76 miliar ton atau  @ 0,93% tembaga dan juga 0,56 g/t emas yang dimana serta total dari sumber daya mineral  yang dimana mereka yaitu sebesar 0,96 miliar ton @ 0,87% tembaga dan juga 0,44 g/t emas. Angka  yang dimana menjadi salah satu yang tersebut setara juga dengan total 1,7 miliar ton yang 0,89% tembaga dan juga 0,49 g/t emas. Selain itu dimana sumber daya untuk mineral di atas, juga dimana target eksplorasi yang diketahui ada sekitar area juga yang dimana telah ditetapkan yaitu untuk sebesar 0,6-1,7 miliar ton atau 0,20,7% tembaga dan juga untuk  0,1-0,3 g/t emas.

Presiden dari Direktur STM Bede Evans yang dimana pernah mengatakan bahwa penemuan potensi yang ada dari sumber daya Onto sendiri adalah salah satu hal yang menggambarkan nilai dan juga peluang yang dimana tentunya juga menjadi salah satu hal yang dimiliki Proyek Hu’u. Saat ini Proyek Hu’u sendiri yang dimana juga masih berada pada tahap eksplorasi, dan juga dimana proyek ini juga diharapkan dalam menjadi prosyak dengan tujuan pemabangan yang di lakukan untuk Indonesia. 

PT Freeport Indonesia (PTFI)

PT Freeport Indonesia adalah salah satu dari tambang emas yang terbesar dan juga ada di Indonesia, tentunya ini adalah salah satu tambng emas yang sudah sangat terkenal di dunia.  Presiden Direktur Freeport Indonesia yaitu Tony Wenas yang dimana dirinya sendiri mengatakan dalam sehari Freeport sendiri sebuah tambang yang bisa dapat memproduksi dan juga menghasilkan emas yaitu dengan jumlah yang sangat fantastis sebanyak 240 ton. Dimana dalam hal ini dirinya juga menerangkan bahwa freeport sendiri memproduksi 6.065 ton konser per hari nya.

Konsentrat ini yang dimana adalah salah satu bahan dasar yang berbentuk pasir olahan yang berasal dari bantuan tambang ore yang dimana tentunya mengandung tembaga emas dan juga perak. Dalam data Freeport, sendiri yang dimana di ketahui jika dalam setiap ton konsentrat dengan jumlah 26,5% yang dimana tentunya bisa menghasilkan sebuah tembaga, Lalu setiap ton konsentrat yang dimana mengandung 39,34 gram emas. Kemudian dalam setiap ton untuk konsentrat yang mengandung 70,37 gram untuk perak.

Jadi nantinya dalam hal ini produksi emas sendiri yang dimana juga sudah berhasil untuk dapat memproduksi 240 kg lebis emas perhairnya dari Papua. Namun dimana dalam hal ini emas yang berada dalam kadar konsentrat atau pasir ini hasil dari olahan batuan tambang. PT. Freeport Indonesia (PTFI) yang dimana juga akan segera memulai pembangunan smelter yang ada di Gresik. Menurut Tony yang dimana dibutuhkan dana untuk  US$ 600 juta untuk dapat pembangunan sebuah fisik smelter. Sementara untuk biaya total yang digunakan untuk pembangunan smelter sendiri yang dimana menghabiskan dana yaitu sebesar US$ 3 miliar.

Dirinya sendiri yang dkimana dirinya juga sudah berhasil untuk dapat menerangkan saat ini progress yang dimana menjadi salah satu proses yang dilakukan sebagai pembangunan yang dimana juga menjadi salah satu hal yang juga sudah mencapai 4,88%.Pemadatan lahan  yang dimana sekarang ini sedang dilakukan, harapannya dimana nantinya tiga bulan yang akan datang akan selesai lalu nantinya akan dilakukan lelang EPC yang dimana dilakukan pada Agustus harapannya adalah dalam hal ini sudah mulai dilakukan  konstruksi.

Amman Mineral

Amman Mineral yang dimana juga diketahui sebagai salah satu perusahan tambang emas terbesar yang ada di Indonesia. Tambaang emas  Amman Mineral ini sendiri dulu dikenal sebagai Newmont, yang dimana tambang ini sendiri produksi emas dari tambang batu hijau yang berada di daerah Nusa Tenggara Barat ini juga bisa mencapai hingga 100 kilo Oz  untuk emas dan juga 197 juta pound yang dihasilkan tambang ini untuk tembaga setahun. Berdasarkan juga dengan sebuah laporan yang sudah dikemukakan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk, yang dimana dalam hal ini induk usaha Amman Mineral Nusa Tenggara, yang dimana juga merupakan fase tujuh ini yang dimana bisa diketahui menggenjot produksi 4,47 miliar pon untuk hasil tambang tembaga dan 4,12 juta ounce emas yang tercatat pada akhir 2020 atau juga yang ada pada awal 2021.

Itulah beberapa tambang emas yang ada di indonesia yang dimana tamnang emas tersebut adalah tambang yang menghasilkan jumlah emas yang sangat banyak. Namun sayangnya pemanfaatan dari sumber daya emas ini tidak dimanfaatkan oleh negara kita dengan sesuai karena sebagian saham kepemilikan dari beberapa tambang emas yang ada di Indonesia tersebut bukan murni dari Indonesia.

Daftar Perusahaan Batu Bara Terbesar di Indonesia

Kita semua tahu bahwa perusahan batu bara adalah sebuah sektor yang sangat menghasilkan di indonesia. Terlebih batubara sendiri menjadi salah satu bahan yang kita ekspor ke pasar luar. Dimana di indonesia sendiri merupakan suatu negara yang kaya akan kekayaan batu bara, terbukti dengan banyaknya perusahan atau tambang batu bara yang ada di indonesia. Belum lama ini kita semua tau sedang ramai pemberitaan mengenai pemblokiran batubara dari Australia yang dimana di larang masuk ke Cina. Kabarnya, Pemerintah dari Cina sendi ingin membatasi batu bara yang dimana biasanya diimpor dari Australia. Hal ini yang dimana kemudian dilihat sebagai salah satu peluang yang seharusnya bisa diambil para perusahaan batu bara yang ada di Indonesia.

Daftar Perusahaan Batu Bara di Indonesia

Banyak analis yang juga menyebutkan bahwa momen tersebut yang dimana sebenarnya dapat menguntungkan Indonesia. Sebab, Cina bisa saja bakal meningkatkan volume impor batu bara yang berasal dari Indonesia. Bukan tanpa alasan hal tersebut bisa dikemukakan, Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu dari negara eksportir batu bara ke Cina. Ditambah dengan, perusahaan sbobet88 dan batu bara yang ada di Indonesia sendiri sekarang ini cukup banyak jumlahnya.

Namun, isu atas pemblokiran batu bara yang dihasilkan oleh Australia oleh Cina ini dibantah Pemerintah Australia. Isu yang  dimana sudah terlanjur tersebar luas yang dimana sayangnya sudah memberi dampak negatif terhadap sebuah nilai dolar Australia yang dimana pada beberapa saat mengalami penurunan. Ngomong-ngomong jika soal batu bara, memang apa aja sih perusahaan batu bara yang terdapat di Indonesia? Berikut ini di bawah akan dibahas beberapa perusahan batu bara yang menjadi salah satu produsen batu bara yang terbesar yang ada di indonesia.

1. Kaltim Prima Coal

Perusahaan batu bara yang pertama satu ini yang dimana adalah salah satu produsen terbesar penghasil batu bara di Indonesia. Bernama Kaltim Prima Coal atau juga disebut KPC yang dimana perusahan ini sendiri bergerak di dalam bidang sektor pertambangan dan juga di dalam bidang pemasaran batu bara yang digunakan untuk kebutuhan industri, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Kaltim Prima Coal yang dimana perusahaan ini berkantor pusat di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, yang berada di Provinsi Kalimantan Timur. Pemerintah Indonesia sendiri sudah memberi izin ke KPC untuk dapat mengelola area konsesi pertambangan yang dimana pertmabangan tersdbut luasnya mencapai 90.938 hektar yang dimana tambang tersebut berada di daerah di wilayah Sangatta dan juga Bengalon.

Sebagian besar yang ada di dalam saham KPC yang dimana dipegang PT BUMI Resources Tbk. Sepanjang dari tahun 2017, anak dari perusahaan usaha BUMI ini yang dimana  sudah memproduksi kurang lebih 57,6 ton batu bara. Seperti yang dimana sudah dilaporkan. 

2. Adaro Indonesia

Adaro Indonesia dimana sebuah yang menjadi salah satu dari perusahaan batu bara terbesar yang ada di Indonesia. Perusahaan yang dimana perusahaan ini sudah ada dan berdiri sejak tahun 1966 dan sekarang ini menjadi salah satu perusahan tambang batu bara yang mendapat konsesi penuh dari pemerintah indonesia yang ada di Kalimantan Selatan. Di area konsesi, yang dimana hal ini menjadi salah satu juga yang di informasikan di salah satu website remihnya resminya, Adaro Indonesia yang dimana tempat ini sendiri memiliki tiga pertambangan, yaitu Tutupan, Paringin dan juga pertmabangan Wara. Dari pertambangan yang dimana pertmabanagn tersebut dimiliki Adaro, yang produksi batu baranya sepanjang tahun 2018 tercatat mencapai 54 juta ton.

Dari informasi yang dimana sudah dilaporkan Bisnis Indonesia, Adaro Indonesia yang dimana mereka mencatatkan pendapatan hingga September 2018 yang tercatat sebesar US$ 2,66 miliar atau setara juga dengan Rp 37 triliun. Adaro sendiri yang dimana salah satu perusahan yang tercatat sebagai sebuah perusahaan terbuka. Yang dimana sekitar 43 persen sahamnya yang dimiliki PT Adaro Strategic Investments. Sementara untuk sisanya dimiliki oleh publik dan juga Garibaldi Thohir, saudara kandung dari Erick Thohir yang merupakan menteri BUMN indonesia.

3. Perusahaan batu bara Berau Coal

Kemudian selanjutnya adalah perusahaan batubara uyng juga merupakan perusahan batu bara terbesar yang ada di Indonesia berikutnya adalah Berau Coal. Perusahaan tambang batu bara ini y7ang dimana sudah didirikan pada tahun 1983 dan juga merupakan perusahan yang berpusat dan juga berada di wilayah Berau, Kalimantan Timur.

Sebelumnya, dimana perusahaan ini yang dikenal dengan nama PT Risco. Pada tahun 2010, yang dimana dahulu perusahan tersebut bernama dan kemudian akan berganti menjadi Berau Coal. Berau Coal sendiri adalah sebuah perusahan yang dimana  merupakan sebuah perusahan yang dimana bergerak di dalam sebuah sektor pertambangan dan juga sektor perdagangan batu bara. Perusahaan ini juga merupakan perusahan yang juga mendapat konsesi yang sangat luas dimana area tambangnya seluas 118.400 hektar berada di Kabupaten Berau, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Kepemilikan saham  terbesar dari perusahaan ini yang dimana sebagian besar sudah dikuasai oleh Vallar Investment UK Limited. Lalu, untuk  sisanya saham dari perusahan ini dimiliki Sinarmas Group yang dimana melalui Asia Resource Minerals Plc. Pada tahun 2016, yang dimana perusahan Berau Coal  yang mencatatkan produksi mereka sebesar 26 juta metrik ton.

4. Kideco Jaya Agung

Selanjutnya perusahaan tamabang batu bara terbesar  yang ada di indonesia adalah perusahan Kideco Jaya Agung yang dimana perusahaan ini merupakan sebuah perusahan batu bara terbesar yang ada di Indonesia. Pada tahun 2017 sendiri dimana perusahan ini yang dimana untuk perusahan ini sendiri mayoritas dari pemegang saham perusahaan Kideco Jaya Agung sendiri yaitu sudah diakuisisi oleh perusahan PT Indika Energy Tbk. PT Indika Energy Tbk yang dimana PT tersebut menjadi pemilik saham dari Kideco Jaya Agung sebers 91 % saham, dan semenetara itu sisanyta yang di miliki oleh Samtan Co., Ltd.

Kideco Jaya Agung  sendiri dimana salah satu perusahan tambang yang sudah berdiri di indonesia dan juga sudah mulai beroperasi sejak tahun 1982, berada di wilayah Kalimantan Timur. Hanging pada bulan September sendir pada tahun 2018 yang dimana produksi batubara yang dihasilkan Kideco Jaya Agung sendiri nilainya sudah mencapai sebanyak 26,1 juta metrik ton.

5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG yang dimana  juga merupakan salah satu yang menjadi perusahaan raksasa batu bara terbesar yang ada di Indonesia. Nilai yang dihasilkan dalam kapitalisasi pasar dari sebuah perusahaan yang dimana satu ini nilainya mencapai Rp 11 triliunan yang dimana pada Maret 2020.  65 % persen saham milik ITMG  yang dimana dipegang oleh Banpu Mineral Private Ltd, yang merupakan sebuah perusahaan yang berbasis di negara  Singapura. Sementara itu untuk sisanya sendiri diperuntukkan kepada pada publik. ITMG yang juga merupakan salah satu perusahaan batu bara yang dimana tidak pelit soal urusan dividen juga lho. Mereka sendiri juga dikenal sebagai salah satu perusahan yang sering membagikan dividen mereka dalam jumlah besar per lembarnya.

Itulah beberapa perusahaan besar pertmabangan batu bara yang ada di indonesia. Sebagian besar perusahaan tambang batubara tersebut sudah berdiri dan sudah ada sejak lama, artinya indonesia sendiri sudah lama memiliki potensi melimpah terhadap sektor tambang batu bara. Dimana batu bara sendiri menjadi salah satu komoditi ekspor terbanyak indonesia. 

Fakta Pekerja Tambang Di Indonesia, Ada yang Jadi Bang Toyib

Pertambangan sendiri adalah sebuah sektor yang dimana industri yang akan banyak menjadi profesi yang biasanya akan diidam-idamkan oleh lulusan ataupun juga yang baru maupun profesional. Namun, ternyata tak banyak yang tahu mengenai beberapa fakta-fakta menarik yang dimana hal ini sendiri menjadi sesuatu yang ada dibalik menjadi pekerja tambang mulai dari seperti Bang Toyib hingga dimana susah mencari jaringan internet. Mungkin pekerjaan tambang sendiri menjadi sebuah pekerjaan yang dimana menjadi salah satu incaran dikarenakan bayaran atau upah yang biasanya didapatkan akan sangat besar. 

Fakta Pekerja Tambang Di Indonesia

Namun bekerja di tambah artinya adalah bekerja jauh dari rumah, yang dimana banyak hal yang bisa terjadi di tempat tambah. Dari gaji dan juga bayarannya yang besar ternyata ada beberapa fakta yang juga dirasakan oleh para pekerja tambang. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa fakta tentang pekerjaan tambang sebagai berikut. 

Bang Toyib

Fakta pertama yang terdapat dari para pekerja tambang yang pertama adalah Bang Toyib. Pekerja tambang sendiri biasanya sebuah pekerja yang dimana dirinya kerap kali disapa dengan sebutan Bang Toyib sebuah itu dikarenakan jika para pekerja tamabang sendiri meurpakan orang yang jarang pulang dan juga bertemu keluarga. Dimana bekerja di tambang biasanya harus siap jauh dan juga berpisah dari keluarga biasanya hal ini akan dilakukan dengan waktu yang cukup lama dan biasanya akan tergantung dari lamanya intensitas dari tambang tersebut. Terkadang pekerja tamabang yang jarang pulang , atau hanya dalam beberapa waktu akan disebut dengan nama bang toyib. Banyak sekali para pekerja tambang yang biasanya akan pulang dengan kurun waktu yang sangat lama, bahkan ada beberapa anak mereka yang tidak mengenali mereka. 

Sebagian besar pekerja tambang adalah lelaki

Biasanya yang menjadi seorang yang bekerja tambang biasanya akan lebih dominan mereka akan dilakukan oleh laki-laki. Yang mana tak jarang hal tersebut jika dilakukan oleh perempuan menjadi agak wah. Di karnakan poekerja tamabang sendiri umumnya mengimbangi kemampuan dari laki-laki. Namun sekarang ini di beberapa fakultas yang dimana dengan jurusan yang berkaitan pertmabangan juga sekarang menjadi daya tarik tersendiri untuk para wanita dan juga tak jarang wanita sekarang menjadi seorang pekerja tambang. 

Pekerja tambang dengan gaji tertinggi di Indonesia

Tentunya sama halnya seperti yang sudah dijelaskan pada di awal yang dimana pekerjaan tambang biasanya akan identik dengan gaji yang besar dan juga akan disertai dengan resiko yang juga besar. Gaji pertamabang sendirimemang menjadi sebuah alasan utama yang biasanya menjadi alasan utama yang kebanyakan dilakukan para pekerja tambang yang ada di dalam sektor ini. Jokowi sendiri di dalam acara IMA Award 2019 yang dimakan mengatakan, bahwa banyak orang  kaya yang ada di dunia ini bahkan di indonesia sendiri merupakan yang berkea atau pelaku usaha dalam sebuah sektor pertambangan.

Dia pun dimana menyebutkan bahwa pengusaha tambang yang hadir di acara tersebut merupakan orang kaya. Tentunya hal ini memang bukan sesuatu yang mengherankan, jika dilihat dari negara indonesia sendir yang sangat kaya dengan kekayaan alam terutama dalam sektor tambang. Yang dimana indonesia sendiri mempunyai beberapa perusahan besar yang bergerak di sektor tambang dengan hasil yang sangat fantastis. Sebagai salah satu contohnya adalah Freeport, siapa dari anda yang tidak mengenal perusahaan tambang tersebut yang dimana beberapa sahamnya dipegang oleh asing. 

Semua tanggal di kalender pekerja tambang adalah hitam, tidak ada libur

Pekerja tambang yang dimana mereka semua sudah bekerja dan mereka tidak mengenal tanggal merah yang ada di kalender. Bahkan untuk hari Minggu sendiri biasanya mereka semua tetap bekerja dan juga menjalankan tugas. Hal ini biasanya akan dikerjakan oleh para pekerja tambang di site yang biasanya digunakan dengan sistem roster, yaitu biasanya mereka akan menerapkan beberapa lama waktu kerja dan juga berapa lama nantinya waktu untuk dapat cuti, yang biasanya pada umumnya adalah 8:2 yang dimana dalam hal ini yang artinya adalah 8 minggu kerja dan nantinya mereka akan mendapatkan waktu untuk cuti sebanyak 2 minggu. Yang dimana biasanya dalam pekerja tambang sendiri bisa mendapatkan beberapa jawal untuk melakukan cuti dan juga bekerja. Jadi di beberapa hari besar atau tanggal merah yang biasanya hanya sehari mereka tidak akan pulang. Bahkan ada beberapa pekerja tambang yang umumnya juga tetap bekerja di hari raya besar seperti halnya Idul Fitri. 

Pemimpin Tertinggi di lokasi tambang yaitu KTT

Kepala Teknik Tambang atau biasanya di bilang dengan KTT adalah orang yang menjadi nomor satu di site atau yang berada di daerah tamnang dan biasanya beliau lah yang akan membawahi beberapa bidang/departemen. Selain membawahi dirinya juga biasanya akan bertanggung jawab terhadap pekerjaan tambang yang sedang dilakukan di wilayah tersebut. Dan KTT ini dalam dunia tamabang yang dimana peranya akan sangat penting di dalam dunia tambang.

Mayoritas tambang ada di daerah terpencil

Pembukaan yang biasanya akan berada di sebuah lokasi tambang umumnya biasanya akan ada di daerah terpencil, mulai dari sebuah pembukaan lahan, pembuatan jalan hauling, hingga juga didirikannya bangunan tempat tinggal bagi pekerja tambang. Meski berada di hutan, namun biasanya fasilitas pekerja tambang akan dilengkapi dan juga tidak akan kalah bagusnya dengan orang-orang yang bekerja kantoran yang ada di tengah kota. Biasanya di lokasi temanang ini juga sudah di siapkan fasilitas yang umumnya akan digunakan oleh para pekerja tamabang. Dan juga biasanya fasilitas tersebut juga tidak kalah bagus dengan fasilitas yang ada di daerah perkotaan. 

APD sahabat pekerja tambang

Pekerja tambang yang juga biasanya akan siap dengan seragam lengkap mereka yang dimana hal tersebut biasanya akan menunjukan tentang jati diri mereka. Biasanya para kerja tambang sendiri menggunakan sebuah pakaian yang sangat aman atau biasanya juga disebut dengan nama APD. Mulai dari sebuah Safety helmet, dan juga safety shoes, dan juga safety rompi, dan juga dengan beberapa perlengkapan lainnya. Yang dimana hal ini biasanya akan dilakukan untuk dapat meminimalisir dari semua hal yang nantinya akan terjadi di dalam dunia tambang. Oleh karena itu biasanya para pekerja tambang akan menggunakan pakaian seaman mungkin untuk dapat melindungi diri mereka. 

Itulah dimana yang merupakan beberapa fakta menarik yang umumnya dapat dilihat atau dirasakan pada pekerja Tambang. Dimana gaji mereka yang besar sangat sesuai dengan suatu tanggung jawab dan juga resiko yang mereka ambil. Semoga info di atas berguna, anda juga bisa mengecek beberapa artikel kami yang lainnya. Terimakasih.

Negara – negara penghasil batubara terbesar di dunia

Batu bara merupakan sumber energi yang utama di dunia yang dimana batu bara adalah salah satu bahan bakar fosil, dan yang lebih sederhana lagi batu bara adalah batuan sedimen yang bisa terbakar yang terbentuk dari endapan organic yang dimana batu bara ini sendiri bisa di bilang adalah bahan bakar yang sangat mahal karena memang selain caranya untuk di dapatkan yang susah dan juga batu bara sekarang ini semakin lama semakin sedikit persediaannya.

Batu bara ini sendiri sudah berumur ratusan juta tahun yang dimana batu bara membentuk beberapa benua seperti Australia dan bagian bumi sebelah selatan. Batu bara diguankan untuk sebagai bahan bakar atau bisajuga digunakan untuk pembuatan baja.

Ada banyak sekali negara negara yang menghasilkan batu bara dan anda harus mengetahui negara – negara mana saja yang menghasilkan batu bara terbesar di dunia sekarang ini.

Negara – Negara penghasil batu bara terbesar di dunia

  1. China

China merupakan negara dengan penghasil batu bara yang terkemuka di dunia yang dimana di negara tirai bambu ini banyak menghasilkan batu bara yaitu sekitar 3,6 milliar ton pertahunnya jadi tidak heran jika negara ini adalah negara dengan penyumbang batu bara terbesar di dunia yang dimana china ini sendiri menyumbangkan batu bara sebesar 47% di dunia dan di kabarkan china masih banyak memiliki cadangan untuk batu bara sebanyak 114,5 milliar ton dan memiliki 12.000 pertambangan batu bara di seluruh dunia untuk sekarang ini dan masih terus berkembang.

  1. Amerika Serikat

Amerika juga merupakan  negara dengan penymbang batu bara terbesar di dunia yang menduduki peringkat kedua setelah China dan sebuah situs resmi yang dimana batu bara yang di produksi oleh negara ini sendiri sebesar 922 juta ton untuk selama setahun terakhir dan Amerika Serikat ini sendiri menyumbang batu bara sebesar 13% di dunia.

Selain di kenal sebagai produsen batu bara terbesar kedua di dunia AS juga merupakan negara dengan penggunaan batu bara terbesar kedua di dunia yang dimana batu bara ini sendiri mereka gunakan untuk pembangkit listrik dan juga yang lainnya. AS menjadikan dirinya sebagai negara dengan cadangan batu bara terbesar di dunia untuk sekarang ini.

  1. India

India memproduksi batu bara mencapai 605 juta ton pertahunnya yang dimanajumlah tersebut menjadikan India sebagai negara dengan penghasil batu bara terbesar ketiga setelah AS dan India juga menjadi negara terbesar ke tiga yang megkonsumsi batu bara itu sendiri yang dimana sebanyak 8% dari batu bata di dunia di konsumsi oleh India dan India di sebut sebut memiliki cadangan batu bara sebesar 60,6 miliiar ton yang dimana hal tersebut merupakan setengah dari cadangan negara China, yang dimana sebagian besar cadangannya berada di negara bagian timur.

  1. Australia

Australia memiliki produksi batu barasekitar 413 juta ton pertahunnya yang dimana 90% itu di ekspor keluar negeri dan sisanya di pakai untuk kebutuhan dari negara Australia itu sendiri. Xadangan batu bara yang ada di negara ini di perkirakan masih ada sekitar 76 miliiar ton dan Australia memiliki lebih dari 100 tambang yang di kelola oleh swasta.

  1. Indonesia

Indonesia ini sendiri merupakan penghasil batu bara terbesar kelima di dunia yang dimana Indonesia ini memprodukdi lebih dari 386 juta ton setiap tahunnya dan terus meningkat sehingga bisa di perkirakan akan melewati Australia yang sekarang ini berada di peringkat ke empat di dunia. Cadangan dari batu bara di Indonesia ini sendiri memang bisa di bilang kecil di banding dengan negara negara yang lainnya yaitu hanya 5,5 milliar ton.

  1. Russia

Rusia adalah salah satu negara yang memiliki wilayah paling besar di dunia yang dimana pastinya memiliki banyak sumber daya, negara ini memiliki konsumsi akan batu bara yang tinggi tetapi selain dari itu negara ini juga melakukan pengeksporan batu bara yang besar, karena di perkirakan negara ini melakukan pengeksporan baru bara sebesar 134 juta ton yang dimana membuat negara ini menjadi peringkan ke 5 di dunia dengan  penghasil batu bara di dunia menyaingi Indonesia. Meski dengan produksi dan konsumsi yang tinggi negara ini masih mempunyai banyak cadangan  batu bara  yaitu mencapai 157 milliar ton yang dimana menjadikan Russia peringkat kedua dengn cadangan batu bara terbanyak di dunia seakarang ini.

  1. Afrika Selatan

Afrika Selatan adalah negara dengan penghasil batu bara pada peringkat yang ketujuh dan merupakan peringkat ke enam dalam urusan melakukan ekspor batu bara secara global, negara ini menyumbang sekitar 74 milliar ton batu bara ke dunia setiap tahunnya. Selain dengan produksi yang tingi Afrika selatan juga menggunakan batu bara untuk menghasilkan listrik yang dimana 90% listrik dari negara ini menggunakan batu bara dan hingga hari ini negara ini memiliki 30.15 milliar ton untuk cadangan batu bara.

  1. Kazakhtan

Negara ini adalah negara yang menjadikan batu bara sebagai sumber utaa=ma dari negara tersebut karena lebih dari 85% penghasilan negara tersebut dari batu bara dannegara ini menyumbang sekitar 3,8% baru bara di dunia. Negara ini mempunyai cadangan batu bara sebesar 4,5 miliar ton dan di negara ini terdapat 400 pertambangan jadi bisa di bilang sebagian besr penduduk dari negara ini adalah pekerja tambang.

  1. Kolombia

Kolombia merupakan negara dengan cadangan batu bara terbesar di selatan Amerika yang dimana batu bara yang ada di negara ini sangat di minati oleh banyak negara lainnya karena di negara ini batu bara yang di hasilkan memiliki sulfur yang rendah dan hal ini lah yang menyebabkan permintaan akan batu bara dari negara ini terus menikat dengan tajam. Negara ini bisa menghasilkan atau memproduksi batu bara 85,5 juta ton pertahunnya dan trus meninggkat sesuai dengan permintaan yang semakin meningkat akan batu bara dari negara ini.

  1. Ukraina

Negara ini memiliki banyak deposit batu bara, akan tetapi banyak dari cadangan batu bara yang belum bisa di temukan dari negara ini sendiri dan negara ini sangat konsumtif akan batu bara yang dimana menyebabkan negara ini malah melakukan impor batu bara untuk memenuhi kebutuhannya yang di akibatkan dari konflik yang terjadi di negara tersebut dan menghambat proses penambangan di negara tersebut.

Itulah berbagai negara yang menghasilkan batu bara terbesar di dunia dan Indonesia termasuk di dalamnya karena seperti yang kita ketahui sekarang ini ada banyak tambang yang besar di pulau Kalimantan dan juga Papua dan hal tersebut memberikan pendapatan negara yang cukup besar. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda sekalian.