Risiko atas Peluang Bisnis dari Dunia Pertambangan Tahun 2021

Semenjak masuknya pandemi Covid-19 ini datang dari tahun 2020 kemarin ini, rupanya sudah memicu dampak besar pada sektor pertambangan secara global. Namun beberapa dampak ini diantaranya sudah berhasil untuk bisa diatasi dengan sangat baik. Faktor yang mampu mempengaruhi keberhasilan ataupun tidaknya dari sektor pertambangan dalam mengatasi dampak dari pandemi ini antara lainnya adalah budaya keselamatan yang memang memprioritaskan sebuah keutamaan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Lalu mulai adanya kolaborasi dengan pemerintah, sektor, pakar dari kesehatan dan masyarakat sampai dengan saran dari ahli di dalam memastikan kembali atas tanggapan yang konsisten hingga efektif terhadap pandemi Covid-19 ini. 

Beberapa tambang diantaranya masih saja tetap beroperasi dan juga sudah sangat produktif sekali selama pandemi. Meskipun jumlah dari para pekerja di lapangan jauh menjadi relatif sedikit. Namun kelangsungan dari bisnis pada sektor tambang ini sendiri haruslah dibayar dengan mahal karena memang jelas, terlihat bahwa saat memasuki tahun 2021 ini, Covid-19 masih berdampak pada keseluruhan bisnis Industri, termasuk ya sektor pertambangan ini. Didapati dari lansiran situs Ernst & Young Global Limited oleh duniatambang.co.id, berikut ini akan diberitahukannya Risiko langsung atas peluang dari dunia bisnis pertambangan tahun 2021 ! 

Berdasarkan Izin Pengoperasian 

Untuk izin operasi ini sendiri sudah masuk menjadi masalah nomor 1 bagi para perusahaan pertambangan sebesar 63% Responden yang menandainya sebagai salah satu dari 3 risiko paling atas nantinya. Di dalam memperoleh surat izin pengoperasian penambangan ini, maka perusahaan pertambangan harus bekerja sama dengan pemerintah dan juga asosiasi lainnya agar mampu diterima baik oleh masyarakat. Selain daripada itu, harus ada juga di dalam mengubah citra perusahaan menjadi jauh lebih bernilai lagi agar nanti investor bisa tertarik mengikuti investasinya. Hal inilah yang menjadi sebuah kunci awal di dalam mendapatkan modal dan juga sumber pendanaan lainnya. 

Berdasarkan Risiko yang Berdampak Tinggi 

Untuk saat ini pandemi Covid-19 memang sangat jelas menunjukkan betapa pentingnya untuk bisa memahami serta meninjau Risiko yang berdampak tinggi nantinya, terutama sekali dalam memahami dan juga meninjau hubungan yang signifikan antara sebuah kemampuan perusahaan di dalam mengelola perusahaan dengan baik. Adanya pandemi ini bisa meningkatkan kesadaran dari para pemangku kepentingan mengenai bagaimana perusahaan tersebut harus bisa mempersiapkan, lalu bisa mengelola dan bisa memantau atas semua kegiatan yang memang memiliki risiko dengan dampak jauh lebih tinggi dari sebelumnya. 

Berdasarkan atas Produktivitas & Kenaikan Biayanya 

Adanya sebuah kompleksitas penambangan yang meningkat dan harga dari komoditas ini turun semenjak pandemi bisa disebabkan oleh pasokan yang mulai terganggu dan tidak adanya ketidakpastian akan ekonomi terhadap suatu permintaan. Sehingga disini kenaikan biaya dan juga produktivitas masih saja belum bisa terpantau dengan sebaik mungkin. Dalam jangka panjang, diharapkannya perusahaan pertambangan itu bisa mengatasi masalah ini jauh lebih efektif dengan memperhatikan langsung biaya serta produktivitas dari hulu sampai dengan ke hilirnya. 

Berdasarkan dari Dekarbonisasi 

Untuk Dekarbonisasi sendiri sudah masuk menjadi sebuah isu yang mengikat setelah adanya pandemi karena memang salah satu tuntutannya sendiri dalam mengurangi emisi gas rumah kaca atau GRK, yang mana hal ini sudah menjadi masalah lingkungan terbesar bagi perusahaan pertambangannya. Kini sudah banyak perusahaan pertambangan kembali di dalam mengatur ulang operasi penambnangan, meningkatkan fokus pada masalah lingkungannya, pada keselatana hingga tata kelola. Hal ini guna menjadi sebuah keunggulan kompetitif dalam memperebutkan modal yang ada. 

Berdasarkan atas Permainan Konsep Geopolitiknya 

Survei dari para eksekutif pertambangan sudah langsung menunjukkan bahwa isu dari Geopolitik yang diharapkan bisa berdampak jauh lebih besar pada perubahan dari peran Amerika Serikat di dalam sistem Internasional, Stabilitas Uni Eropanya serta hubungan Amerika Serikat dengan Negara China. 

Penilaian tersebut lantas saja mencerminkan dari pergeseran keseimbangan antara kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dimana Amerika Serikat selalu memposisikan dirinya ini perspektif pada kepemimpinannya. Kalau untuk negara China sendiri memainkan peran jauh lebih  besar di dalam Geopolitiknya. Sementara itu, Uni Eropa sedang gencar-gencarnya di dalam mencari proyeksi kekuatannya sendiri yang lebih Kohesif. 

Pada saat blok-blok baru yang mulai muncul ini mengkonsolidasikan kekuatan mereka, jadinya hubungan di antara blok-blok ini dengan Uni Eropa bisa-bisa menjadi tidak stabil. Hal ini tentu akan mengubah banyak dinamika bagi perusahaan pertambangan yang mana akan tren ke arah proteksionisme ekonomi yang mendukung produsen dari barang domestik dengan menghasilkan bahwa negara dari Tuan Rumah akan mampu untuk menerima bagian adil dari kekayaan sumber daya nya tersebut. 

Berdasarkan dari Capital Agenda 

Selama jangka waktu krisis akibat datangnya Pandemi Covid-19 ini, para perusahaan pertambangan sudah lelah mengoptimalkan likuiditas dengan langsung mengelola kas dengan gaya super ketat. Memprioritaskan pengopeasian atlet juga dapat mengurangi atau bisa memotong belanja modal yang tidak penting atau dengan non intinya. 

Berdasarkan atas Tenaga Kerja 

Nah selama pandemi, perusahaan dari pertambangan ini masih saja berkomitmen untuk bisa menjaga kesehatan pekerja, lalu bisa membantu dalam melindungi kesehatan dari pekerja dan bisa mengurangi risiko d saat sedang bekerja. Perusahaan sudah menyadari langsung bahwa percepatan dari adopsi kerja jarak jauh dan tim virtual berpotensi lebih besar dalam menjaga tim tetap aman dan juga produktif. Pandemi ini sudah mendorong adanya perubahan budaya akan perusahaan di sektor pertambangan dengan menciptakan peluang baru untuk transformasi tenaga kerja yang memang sudah berkelanjutan. 

Berdasarkan dari Volatilitas 

Nah salah satu dampak lainnya akibat pandemi dalam dunia pertambangan di tahun 2021 ini ya dilihat langsung Volatilitasnya. Pandemi sudah secara signifikan bisa mengganggu rantai pasokan dalam kurun waktu terdekat dan mampu menciptakan ketidakpastian yang berkelanjutan seputar dari permintaan komoditas tambang. Oleh karena itulah, perusahaan pertambangan harus bisa membuat sebuah keputusan jangka panjang yang berkelanjutan demi mendapatkan kembalinya Volatilitas harga komoditas yang parah, ancaman dari substitusi sampai dengan perubahan permintaan para pelanggannya. 

Berdasarkan atas Optimisasi dan Digitalisasi Data yang Ada 

Disini dampak pandemi mampu memberi manfaat dalam hal teknologi untuk menunjang optimalisasi dan digitalisasi data. Seperti halnya Otomatisasi data, lalu AI dan juga Blockchain dalam membantu keberlangsungan bisnis di sektor pertambangannya. 

Berdasarkan atas Inovasinya 

Krisis yang diakibatkan dari pandemi ini mampu memberikan pelajaran yang sangat berharga mengenai bagaimana dalam melakukan pendekatan dari sumber daya ke pasar secara inovatif. Pandemi juga akan bertindak sebagai katalisator dalam mendukung kolaborasi yang lebih besar lagi atas seluruh perusahaan pertambangan dikarenakan mampu menciptakan suatu kerja sama dalam mengembangkan kembali solusi yang kreatif dan juga gesit guna menghadapi masalah yang ada. Inovasi yang dimaksudkan bisa berupa pengembangan produk maupun teknologi baru, pengembangan insentif dari penerapan atas inovasi perangkat dan lain sebagainya.